Tugas Kita Berjuang!

share on:

Tugas Kita Berjuang!

 

Tugas kita bukan memastikan kemenangan. Tugas kita adalah bersungguh-sungguh menjadikan diri kita ini mendapatkan pertolongan Allah Ta’ala.

 

Tidak berkurang kemuliaan para Nabi yang hingga akhir hayat tidak mendapatkan seorang pun pengikut atau hanya memperoleh satu-dua pengikut. Di antara para Nabi, dakwah mereka ada dilihat gagal. Tetapi tidak. Sesungguhnya dakwah mereka tidak gagal. Allah Ta’ala tinggikan perjuangan mereka.

 

Tugas kita bersiap dan menjaga tertib amal agar tidak jatuh seperti dalam Perang Uhud, menjaga tertib iman agar tidak kalah sebagaimana dalam Perang Hunain. Tidak terjadi kekalahan pada kaum muslimin melainkan karena diabaikannya i’dad (bersiap dengan baik dan matang), tiadanya tertib amal, lemahnya tertib iman dan khianatnya orang-orang munafik.

 

Sepanjang sejarah, jatuhnya kaum muslimin ini; runtuhnya ahlus sunnah ini; di Andalusia dimana kita pernah sangat berjaya, di Iran yang di sana pernah ada Imam Muslim, At-Tirmidzi, Al-Hakim dan lain-lain; juga di pelusuk bumi lainnya jumlah kita (umat Islam) banyak. Sangat banyak bahkan majoriti di kalangannya tetapi ia hanya banyak dari bilangan angka sahaja.

 

Tidak akan pernah terjadi dan tidak akan pernah umat Islam ini  menjadi yang terbaik, kecuali jika syaratnya dipenuhi, yakni amru bil ma’ruf, nahyu ‘anil munkar dan iman kepada Allah S.W.T.

 

ﻛُﻨﺘُﻢۡ ﺧَﻴۡﺮَ ﺃُﻣَّﺔٍ ﺃُﺧۡﺮِﺟَﺖۡ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ ﺗَﺄۡﻣُﺮُﻭﻥَ ﺑِﭑﻟۡﻤَﻌۡﺮُﻭﻑِ ﻭَﺗَﻨۡﻬَﻮۡﻥَ ﻋَﻦِ ٱﻟۡﻤُﻨﻜَﺮِ ﻭَﺗُﺆۡﻣِﻨُﻮﻥَ ﺑِﭑﻟﻠَّﻪِ ۗ ﻭَﻟَﻮۡ ءَاﻣَﻦَ ﺃَﻫۡﻞُ ٱﻟۡﻜِﺘَٰﺐِ ﻟَﻜَﺎﻥَ ﺧَﻴۡﺮًا ﻟَّﻬُﻢ ۚ ﻣِّﻨۡﻬُﻢُ ٱﻟۡﻤُﺆۡﻣِﻨُﻮﻥَ ﻭَﺃَﻛۡﺜَﺮُﻫُﻢُ ٱﻟۡﻔَٰﺴِﻘُﻮﻥَ

 

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS. Ali Imran, 3: 110).

 

 

 

Leave a Response